Inspirasi 2

Cerita ini tentang pengalaman seseorang (sebut saja dia Toto) sewaktu kelas XII SMA. Mungkin cerita ini tidaklah sehebat cerita tentang pengalaman orang-orang yang hebat. Tetapi semoga cerita ini bisa bermanfaat dan bisa sebagai inspirasi bagi kita semua.

Berawal dari keinginan Toto untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu masuk universitas. Tetapi keinginan ini tidaklah semudah yang ia bayangkan, mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang sangat tidak memungkinkan.

Ia anak pertama dari 3 bersaudara. Ayahnya hanyalah seorang buruh bangunan. Mengingat biaya hidup di ibukota yang sangat tinggi, sehingga penghasilan ayahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari dan membayar kontrakan. Sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Maka tidak mungkin Toto mengharapkan penghasilan orang tuanya untuk membiayai kuliah.

Memang keinginannya untuk bisa kuliah bukanlah semata-mata karena keinginan pribadi Toto, tetapi ada banyak hal yang mendorong dia agar bisa kuliah. Banyak yang bisa dilakukan apabila dia bisa menjadi sarjana, seperti mendapatkan pekerjaan yang layak, dan bisa mengangkat harga diri keluarga. Memang keluarganya sering mendapat cemoohan dari orang lain, mulai dari tetangga bahkan sampai saudara sendiri. Mungkin inilah resiko menjadi orang miskin, yang dimata “oknum” orang kaya mereka hanyalah pengganggu yang menjadi masalah dan beban saja.

Toto cukup tertekan dengan kondisi tersebut, hampir setiap hari dia mendengar gosip yang tidak baik tentang keluarganya. Hal ini dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari orangtuanya sering harus berhutang kepada tetangga. Toto tidak tahan bila keluarganya terus mengalami hal seperti itu, hingga akhirnya ia berniat dan bertekad untuk merubah kehidupan keluarganya. Mengingat Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, apabila kaum itu tidak mau mengubah nasibnya sendiri. Maka dia harus berusaha dengan sekuat tenaga agar kehidupan keluarganya benar-benar berubah.

Salah satu cara yang mungkin dia tempuh adalah dengan kuliah dan lulus dengan prestasi yang bagus. Mengingat Toto memiliki kemampuan akademik yang bagus sejak kecil. Walau terbentur masalah biaya, ia tetap optimis dan yakin Allah akan memberikan solusi yang terbaik untuk dia dan keluarganya. Toto terus mencari informasi tentang perguruan tinggi dan beasiswa. Hingga pada suatu hari kesempatan itu datang juga, ada undangan USMI dari Ixx. Tanpa banyak berpikir lagi dia langsung mengambil tawaran itu, tapi setelah itu ia bingung dari mana dan bagaimana caranya mendapat uang untuk biaya pendaftaran. Akhirnya ia beniat meminjam uang kepada seorang temannya untuk membayar biaya pendaftaran.

Bermodal uang pinjaman tersebut, dia mantap mendaftar USMI. Akan tetapi setelah formulir tersebut dikirim timbul dilema yang baru dalam diri Toto, yaitu dari mana ia mendapatkan uang apabila nanti ia diterima, dan apabila ia diterima tetapi ia tidak bisa membayar biaya masuk apakah ia akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengorbankan kesempatan adik-adik kelasnya juga (baca: sekolah akan masuk daftar hitam). Hampir setiap hari ia memikirkan hal tersebut. Tapi Toto tidak hanya berpikir saja, Toto lantas mengambil tindakan dengan mencari informasi beasiswa dan senantiasa memohon dan berdoa kepada yang maha kuasa. Hingga pada akhrnya Toto menemukan berita tentang beasiswa Bidik Misi, dan ia sangat senang karena ternyata kampus Ixx mendapatkan kuota sebanyak 500 orang.

Tapi setelah ia baca keseluruhan, ternyata beasiswa ini diajukan bersamaan dengan formulir pendaftaraan. Sedangkan Toto baru mengetahui sekarang ini, dia hanya bisa berdoa dan berharap masih ada pendaftaran beasiswa tahap ke dua. Dan akhirnya hari pengumuman itu pun tiba, Toto berhasil diterima di Ixx. Toto sangat senang sekali, dan langsung menghadap ke guru BK untuk mengambil surat pemberitahuannya. Setelah dia membaca surat tersebut, terdapat kalimat yang membuat Toto kaget sekaligus bahagia, yang bunyinya kurang lebih seperti ini  “Saudara diberi kesempatan untuk memperoleh beasiswa Bidik Misi dari Kementrian Pendidikan Nasional”. Sungguh tidak bisa diduga, semua keinginan Toto terasa semakin dekat saja, ia langsung bersujud syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan jalan kepadanya.

Setelah itu, ia langsung melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan dan menyerahkannya ke guru BK untuk dikirimkan secara kolektif. Sempat terbesit di benak Toto apabila formulir pengajuan beasiswanya saya tiba-tiba tidak diterima. Tetapi ia berusaha optimis, tetap berdoa dan meminta doa kepada kedua orang tua, serta berhusnudzan kepada semua takdir dari Allah. Hingga akhirnya surat pemberitahuan final pun tiba, dan benar saja, ia diterima sebagai penerima beasiswa Bidik Misi. Langsung saja ia bersujud syukur dan mangucap syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan semua yang terbaik bagi  dia dan keluarga, subhanallah.

Tidak hanya itu saja nikmat yang Allah anugerahkan kepada Toto, ia juga berhasil lulus dari SMA dan menjadi salah satu yang terbaik di sekolahnya. Hingga saat ini, Toto telah berhasil lulus S1 dengan hasil yang sangat baik. Meskipun selama masa kuliah banyak cobaan dan tantangan yang Toto alami, namun ia berhasil lulus dengan predikat Cum Laude dengan masa studi yang relatif cepat. Kini, ia telah meniti karir yang dia idam-idamkan sejak kecil, yaitu menjadi seorang peneliti.

Memang manusia hanya bisa merencanakan dan semua kehendak hanyalah milik Allah SWT, Allah pasti akan memberikan semua yang terbaik bagi makhluknya walaupun kita tidak memintanya. Apalagi kalau kita berdoa dengan segenap hati pasti Allah akan mengabulkan doa kita, karena semua ini sudah Allah janjikan. Allah maha besar !!

(Repost dari blog semasa TPB, 15 September 2010, dengan beberapa pembaharuan).

Posted in Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Inspirasi

Ini adalah sebuah cerita tentang seseorang yang gigih dalam menghadapi hidup, dia adalah kakak kelas saya. Sebut saja namanya Irwan. Irwan adalah anak yang sangat gigih. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu, tetapi dia juga anak yang pandai. Semasa sekolah dia selalu mendapatkan peringkat 2 besar, walaupun dia harus membagi waktunya untuk sekolah dan bekerja.

Dia menjajakan kue yang dia ambil dari warung untuk dijual keliling kampung. Hal ini dilakukan untuk membantu kedua orang tuanya. Walau begitu, di sekolah dia belajar dengan tekun tanpa merasakan lelah. Dia pribadi yang ramah dan suka membantu. Banyak temannya yang meminta bantuan untuk mengajarinya tentang materi yang belum mereka mengerti. Dia selalu siap membantu kapanpun waktunya.

Hingga pada saat dia menyelesaikan SMA, dia bingung karena tidak punya biaya untuk melanjutkan studi. Tetapi tidak tau darimana keberanian itu muncul, tiba-tiba saja dia masuk ke ruang kepala sekolah. Dia menceritakan semua hal yang dialami dan dia mengutarakan keinginannya untuk bisa kuliah. Tanpa diduga kepala sekolah langsung memberikan uang agar digunakan untuk mengikut SNMPTN dan dia juga ditawari untuk ikut ujian STxx.

Irwan sangat senang, tapi dia bingung akan mengambil jurusan apa. Tapi kepala sekolah menyuruhnya mengambil Fisika yang merupakan pelajaran yang Irwan kurang kuasai. Lalu dia belajar dengan sungguh-sungguh, demi mempersiapkan ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Tidak disangka, datanglah seorang temannya ingin memberikan formulir ujian yang telah dibayarnya kepada Irwan karena dia ingin sekolah di luar negeri. Betapa terkejutnya Irwan dia mendapatkan formulir secara gratis, sehingga uang yang diterima dari kepala sekolah bisa digunakan untuk membayar transportasi.

Singkat cerita, akhirnya Irwan berhasil diterima di salah satu PTN dan dia menjalani kuliah dengan semangat dan kerja keras. Dia harus kuliah sambil bekerja untuk membiayai kuliahnya. Ujianpun tidak berhenti sampai disini, ayahnya dipanggil menghadap sang pencipta. Dia sangat sedih tetapi dia tetap tegar. Dia berniat cuti dari kuliahnya selama beberapa tahun karena dia ingin bekerja terlebih dahulu demi menghidupi sang ibu. Meskipun ujian datang silih berganti, dia tetap menjalaninya dengan gigih. Walau harus menunggu selama 9 tahun untuk menyelesaikan kuliahnya, tetapi semua terbalas dengan pencapaianya yang mampu menyelesaikan kuliah dan lulus dengan predikat cum laude.

Setelah lulus dia kembali untuk mengajar di SMA tempat dia dulu belajar. Dia berniat untuk membalas kebaikan kepala sekolahnya. Walaupun banyak tawaran untuk bekerja di perusahaan besar, seperti salah satu provider nasional, dia tetap teguh menjaga pendiriannya. Selama mengajar, dia tak henti-hentinya memberikan motivasi kepada murid-muridnya agar tetap semangat dan tidak pernah putus asa. Dan kini dia sudah berhasil membuat keluarganya merasakan kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Itulah cerita kakak kelas saya yang dengan gigih berjuang merubah nasibnya. Hingga akhirnya perjuangan itu menghasilkan buah yang sangat manis. Semoga menjadi inspirasi untuk kita semua.

(Repost dari blog semasa TPB, 16 September 2010, dengan beberapa pembaharuan)

Posted in Cerita | Tagged , | 1 Comment